1. Jelaskan apa yang dimaksud
dengan laporan audit teknologi sistem informasi!
Audit SI ialah proses
mengumpulkan dan mengevaluasi fakta untuk memutuskan apakah sistem komputer
yang merupakan aset bagi perusahaan terlindungi, integritas data terpelihara,
sesuai dengan tujuan organisasi untuk mencapai efektifitas dan efisiensi dalam
penggunaan sumber daya. Laporan audit teknologi sistem informasi adalah sebuah
laporan yang dibuat setelah menyelesaikan pelaksanaan audit sistem informasi.
Pembuatan laporan harus disusun dalam bentuk yang memadai kepada pihak-pihak
yang berhak menerima. Pada tahap ini yang
akan dilakukan memberikan informasi berupa hasil-hasil dari audit. Perhitungan
maturity level dilakukan mengacu pada hasil wawancara, survey dan rekapitulasi
hasil penyebaran quesioner. Berdasarkan hasil maturity level yang mencerminkan
kinerja saat ini (current maturity level) dan kinerja standard atau ideal yang
diharapkan akan menjadi acuan untuk selanjutnya dilakukan analisis kesenjangan
(gap). Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kesenjangan (gap) serta
mengetahui apa yang menyebabkan adanya gap tersebut.
Audit
laporan keuangan (general audit on financial statement audit) ini dilakukan
untuk mengetahui tingkat kewajaran laporan keuangan yang disajikan oleh
perusahaan (sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan tidak ada salah saji
materialistis). Audit ini termasuk general audit. Apabila sistem akuntansi
perusahaan merupakan sistem berbasis komputer/teknologi informasi, maka perlu
dilakukan audit terhadap sistem aplikasi (komputerisasi) akuntansi tersebut
atau komponen teknologi informasi (hardware, software, netware, infrastructures,
dan bahkan dataware atau data yang ada di database dari sistem informasi
akuntansi tersebut. Pemeriksaan TI khususnya untuk memahami/menguji struktur
pengendalian intern klien (sebagaimana diwajibkan dalam standar pemeriksaan
akuntan publik) dan dalam rangka pengujian substantif (atas transaksi serta
terhadap saldo akun).
Pemeriksaan/audit
laporan keuangan terdiri dari dua tahap, yaitu (a) audit pengendalian (test of
controls), yaitu memriksa apakah proses dan program komputer sudah betul,
memerikasa apakah pengendalian sistem memadai, dan apakah pengendalian aplikasi
sudah cukup baik. Sedangkan pemeriksaan tahap berikutnya (b) adalah audit
terhadap data substantif untuk mengakses data akuntansi yang ada di dalam
file/media komputer, misalnya yaitu penjualan, nilai piutang, dan sebagainya.
2. Apa
fungsi/kegunaan dari audit teknologi sistem informasi? Jelaskan!
Mengamankan Asset
Aset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem
informasi mencakup: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software),
manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung
lainnya.
Menjaga Integritas Data
Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan, baik dan dipercaya, kemurnian, dan ketelitian.
Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret
dirinya dengan benar atau kejadian yang ada tidak terungkap seperti apa adanya.
Keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah
sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar. Oleh karena itu, upaya
untuk menjaga integritas data, dengan konsekuensi akan ada biaya prosedur
pengendalian yang dikeluarkan harus sepadan dengan manfaat yang diharapkan.
Menjaga Efektifitas Sistem
Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut
dapat mencapai tujuannya. perlu upaya untuk mengetahui kebutuhan pengguna sistem
tersebut (user), apakah sistem menghasilkan laporan atau informasi yang
bermanfaat bagi user. Auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut
proses pengambilan keputusannya.
Biasanya audit efektivitas sistem dilakukan setelah suatu
sistem berjalan beberapa waktu. Manajemen dapat meminta auditor untuk melakukan post audit
guna menentukan sejauh mana sistem telah mencapai tujuan.
Efisiensi
Dikatakan efisien jika ia menggunakan sumberdaya seminimal
mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Pada kenyataannya, sistem
informasi menggunakan berbagai sumberdaya, seperti mesin, dan segala
perlengkapannya, perangkat lunak, sarana komunikasi dan tenaga kerja yang
mengoperasikan sistem tersebut.
3. Faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk
membuat laporan audit teknologi sistem informasi? Jelaskan!
Dalam
melaksanakan audit faktor-faktor berikut harus diperhatikan
Dibutuhkan
informasi yang dapat diukur dan sejumlah kriteria (standar) yang dapat
digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi informasi tersebut,
Penetapan
entitas ekonomi dan periode waktu yang diaudit harus jelas untuk menentukan
lingkup tanggungjawab auditor.
Bahan bukti
harus diperoleh dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi tujuan
audit
Kemampuan
auditor memahami kriteria yang digunakan serta sikap independen dalam
mengumpulkan bahan bukti yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan yang akan
diambilnya.
Faktor-faktor yang menjadi latar
belakang pengamanan sumber daya (fisik dan abstrak) yang terdapat pada
perangkat-perangkat teknologi informasi yang dimiliki kalangan pribadi :
Pada
saat ini, manfaat komputer sudah dirasakan oleh banyak orang. Komputer pada
umumnya digunakan untuk membantu aktifitas manusia. Tema virus dan antivirus
begitu banyak mewarnai tulisan di era komputer, hal ini terkait dengan tidak
pernah surutnya penyebaran virus komputer yang ditujukan bagi pengguna Windows.
Antivirus adalah sebuah program komputer yang digunakan untuk memeriksa
file-file dengan tujuan mengidentifikasi dan menghapus virus komputer.
Faktor-faktor
adanya pengaman Teknologi informasi adalaah :
a. Software - software bajakan besar
kemungkinan mengandung virus dari komputer tempat software tersebut digandakan
bila komputer asal tersebut telah terjangkiti virus. Untuk itu pembaca perlu
berhati-hati sekali dengan program-program bajakan, terlebih lagi dengan
program games.
b. Flasdisk atau CD juga merupakan media virus
memasuki system komputer kita. Baik
Flasdisk atau CD dari badan-badan yang terpercaya ataupun tidak. Bisa
jadi karena kecerobohan karyawannya.
Flasdisk
atau CD dapat mengandung virus. Sebab
itu discan terlebih dahulu dengan anti virus update terbaru sebelum digunakan.
c. email-email dari internet, karena tidak
tertutup kemungkinan email tersebut memuat script virus atau bahkan mengandung
attachment berupa program terinfeksi virus.
d. Anti Virus, sifat beberapa anti virus yang
hanya mengadakan pengujian pada awal byte, tidak melakukan proses self-chek,
program virus dapat diuninstall dan tidak
memiliki batas kadaluarsa adalah
potensial digunakan untuk penyebaran virus computer. makanya beow n sis
harus rajin-rajin update anti virus.
Metode/cara yang digunakan untuk
mengamankan sumber daya (fisik dan abstrak) yang terdapat pada perangkat-perangkat
teknologi informasi :
Untuk melindungi
komputer dari infeksi virus, anda harus melakukan tindakan perlindungan secara
menyeluruh. Tidak cukup mengandalkan keampuhan antivirus, cara mengamankan
komputer dari virus, malware, spyware dan berbagai varian lainnya juga
membutuhkan ketelitian anda. Virus bisa menyebar melalui jaringan internet atau
pun perangkat seperti USB flash disk. Antara lain :
a. Email
merupakan sala satu perantara virus yang paling banyak digunakan. Berikan
perhatian lebih pada SPAM email. Jangan membuka spam email dari sumber / pengirim
yang tidak jelas. Itulah alasan kenapa penyedia layanan email seperti Gmail,
Yahoo mail atau Hotmail menyediakan folder SPAM. Email yang dicurigai dapat
merusak komputer karena mengandung virus, malware atau sejenisnya akan masuk ke
folder tersebut.
b. Apabila dalam email yang
anda buka terdapat lampiran file (attachments) tidak usah di download jika anda
tidak mengenal pengirimnya atau lakukan scan sebelum membuka file tersebut.
c. Internet menjadi
tempat terbesar untuk menyebarkan virus, worm, trojan dan varian lain. Jangan
mudah tergiur dengan pop-up iklan yang muncul tiba-tiba dan menyebutkan anda
memenangkan suatu hadiah / undian. Tutup pop-up tersebut atau sekalian saja
tinggalkan situs web tersebut.
d. Beberapa
program antivirus menyediakan toolbar pencarian khusus seperti AVG Link
Scanner, yang dilengkapi kemampuan scan situs web hasil pencarian google. Ini
berguna untuk mencegah anda mengunjungi website yang terinfeksi virus.
e. Lakukan scan terlebih
dahulu sebelum anda menyalin (copy) file dari perangkat penyimpanan seperti USB
flash disk dan memory card. Gunakan klik kanan kemudian 'Open' untuk melihat
isi flash disk, cara ini lebih aman dibandingkan melakukan double click.
f. Hindari membuka file
atau folder mencurigakan yang ada di dalam flash disk. Contohnya file / folder
dalam bentuk shortcut.
g. Install
antivirus yang bagus dan lakukan update program secara berkala. Tujuannya
adalah supaya antivirus bisa mengenali varian virus baru sehingga ampuh mencegah
penyebaran infeksi pada komputer anda.
h. Pasang juga
antivirus lokal indonesia sebagai software pendamping karena antivirus lokal
lebih mengenali varian virus buatan orang indonesia.
i.
Jika program antivirus yang anda gunakan tidak memiliki fitur anti-spyware,
install software anti-spyware untuk perlindungan lebih maksimal.
j.
Hati-hati jika anda men download file dari situs yang menyediakan file ilegal
seperti cracks, serials, warez. Situs web seperti ini umumnya dijadikan tempat
penyebaran virus, worm dan trojan.
k. Pastikan
firewall dalam keadaan Aktif
Pentingnya mengupdate sistem
operasi dan aplikasi teknologi informasi :
Update sistem operasi dan aplikasi teknologi
informasi tentunya sangat dibutuhkan, dimana tentu disetiap update tersebut
terdapat penambahan-penambahan fitur dari versi sebelumnya, baik di bagian
fungsional maupun keamanan dari sistem operasi tersebut. Jika tidak dibiasakan
update, maka sistem yang lama akan rentan terhadap suatu gangguan yang lebih
tinggi, misalkan sistem operasi lama belum tentu dapat menangani malware yang
setiap saat meng-update dirinya untuk menyerang target yang diinginkan. Jika
tidak diupdate maka sistem operasi tersebut akan terkena malware baru tersebut
dan dampak nya bisa beragam tergantung jenis malware yang menyerangnya
a. Stabilitas Sistem Meningkat
Jika komputer anda sering crash, hang ataupun
lag mungkin dengan windows update masalah tersebut dapat terselesaikan karena
masalah tersebut teratasi dengan update yang anda install.
b. Fungsionalitas Baru
Dengan windows update, Windows anda mungkin
akan memiliki Interface baru, aplikasi baru, fungsi baru dan masih banyak lagi.
Apalagi jika update tersebut adalah update Service Pack. Seperti hal nya
windows 8.1 saya, setelah saya update, ada penambahan fitur & fungsi baru
seperti tombol sleep, shutdown dan restart di menu start, tombol exit, minimize
di aplikasi metro dan teks secure boot di desktop hilang.
1. Jelaskan peranan teknologi sistem
informasi dalam kehidupan sehari – hari! Dan berikan contoh
penerapan/pengaplikasian teknologi sistem informasi dalam bidang pendidikan!
Teknologi Sistem Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk
mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,
memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang
berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang
digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, pemerintahan dan merupakan informasi
yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi Informasi tidak hanya
terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk
memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi
komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999).
Peranan teknologi sistem informasi dalam
kehidupan sehari hari
Bidang Perusahaan
Penerapan teknologi informasi dan komunikasi banyak digunakan para
usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha
merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan
teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja.
Misalnya penerapan Enterprise Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu
aplikasi perangkat lunak yang mencakup system manajemen dalam perusahaan, cara
lama kebanyakan.
Bidang Bisnis
Dalam dunia bisnis teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan untuk
perdagangan secara ektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah
perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
Bidang Perbankan
Dalam dunia perbankan teknologi informasi dan komunikasi adalah
diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan internet
Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui internet banking
antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran
tagihan, dan informasi rekening.
Bidang Pendidikan
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan
zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi
teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan
alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua
orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya
proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan
efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
Bidang Kesehatan
System berbasis kartu cerdas (Smart Card) dapat digunakan juru medis
untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang data ke rumah sakit karena dalam
kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien.
Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan
computer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam
tubuh pasien.
Contoh penerapan/pengaplikasian teknologi
sistem informasi dalam bidang pendidikan
Pembelajaran berbasis komputer
Saat ini telah mulai banyak ditawarkan berbagai macam
software yang berisi muatan-muatan mata pelajaran,
salah satunya dikenal
dengan istilah “Computer Assisted Intsruction (CAI)” atau “Pembelajaran dengan
Bantuan (Media) Komputer”. Istilah-istilah lainnya adalah: Computer Assisted
Intsruction (CAI), Computer Based Education (CBE), ICT, Computer Based Training
(CBT), Computer Based Instruction (CBI).
Perpustakaan online
perpustakaan dalam bentuk digital yang
ditempatkan di internet. Misalnya, perpustakaan online memungkinkan mahasiswa
ST3 TELKOM dapat mengakses perpustakaan online mahasiswa Telkom University.
Diskusi online.
Aplikasi diskusi online memungkinkan para pelajar dapat
saling bertukar pikiran tanpa harus berkumpul disuatu tempat.
Kelas online, aplikasi kelas online dapat digunakan bagi lembaga-lembaga
pendidikan jarak jauh, seperti Universitas Terbuka dan sekolah-sekolah terbuka.
materi-materi pelajara dibuat interaktif dan menarik sehingga kualitas belajar
di kelas online tidak kalah dengan kualitas belajar di kelas biasa.
Video Teleconference
keberadaan teknologi informasi video
teleconference memungkinkan bagi anak-anak di seluruh dunia untuk saling
mengenal dan berhubungan satu dengan lainnya. Video teleconference di kampus
merupakan saranan untuk diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain
peran pada kegiatan belajar mengajar yang bersifat social. Disamping itu dapat
pula untuk pengamatan proses eksperimen dari seorang dosen.
Salah satu contoh
Ujian Nasional tingkat SMA/SMK sekarang sudah menggunakan Ujian Berbasis
Komputer.
2. Kendala – kendala apa saja yang terdapat
dalam penerapan/pengaplikasian teknologi sistem informasi! Jelaskan!
Kurangnya dukungan dari pihak eksekutif atau manajemen
Persetujuan dari semua level manajemen terhadap suatu proyek sistem
informasi membuat proyek tersebut akan dipersepsikan positif oleh pengguna dan
staf pelayanan teknis informasi. Dukungan tersebut dapat diwujudkan dalam
bentuk penghargaan terhadap waktu dan tenaga yang telah dicurahkan pada proyek
tersebut.
Keterlibatan dalam desain dan operasi sistem informasi mempunyai
beberapa hasil yang positif. Pertama, jika pengguna terlibat secara mendalam
dalam desain sistem, ia akan memiliki kesempatan untuk mengadopsi sistem
menurut prioritas dan kebutuhan bisnis, dan lebih banyak kesempatan untuk
mengontrol hasil. Kedua, pengguna berkecenderungan untuk lebih bereaksi positif
terhadap sistem karena mereka merupakan partisipan aktif dalam proses perubahan
itu sendiri.
Kesenjangan komunikasi antara pengguna dan perancang sistem informasi
terjadi karena pengguna dan spesialis sistem informasi cenderung memiliki
perbedaan dalam latar belakang, kepentingan dan prioritas. Inilah yang sering
dikatakan sebagai kesenjangan komunikasi antara pengguna dan
desainer(user-designer communication gap).
Tidak Memiliki Perencanaan Memadai
Sistem informasi sebaiknya harus ditentukan maksud dan tujuannya.
Setelah itu, menambahkan komponen-komponen yang sesuai dengan tujuan utama dari
sistem informasi tersebut. Perencanaan sistem informasi sebaiknya sejalan
dengan tujuan dan komponen-komponen yang telah ditentukan sehingga tidak keluar
dari jalur utama yang telah ditetapkan. Sistem informasi yang tidak sesuai
dengan kebutuhan akan menghambat tujuan dari perusahaan tersebut.
Pengembangan dan penerapan sistem informasi yang tidak didukung dengan
perencanaan yang matang tidak akan mampu menjembatani keinginan dan kepentingan
berbagai pihak di perusahaan. Hal ini dikarenakan sistem yang dijalankan tidak
sesuai dengan arah dan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan yang
tidak memiliki kompetensi inti dalam bidang teknologi informasi sebaiknya
menjadi tidak memaksakan untuk menjadi leader dalam investasi teknologi
informasi.
Sebagian besar penyedia jasa teknologi informasi kurang sensitif terhadap manajemen perusahaan, tetapi hanya
fokus pada tools yang akan dikembangkan. Kelemahan inilah yang mengharuskan
perusahaan untuk mengidentifikasi secara jelas kebutuhan dan spesifikasi sistem
informasi yang akan diterapkan berikut manfaatnya terhadap perusahaan. Kemauan
perusahaan dalam merancang penerapan sistem informasi berdasarkan sumberdaya
yang dimiliki diyakini dapat meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan.
Inkompetensi secara Teknologi
Kesuksesan pengembangan sistem informasi tidak hanya bergantung pada
penggunaan alat atau teknologinya saja, tetapi juga manusia sebagai perancang
dan penggunanya. Sistem informasi yang tidak disosialisasikan akan menyebabkan
karyawan tidak dapat menggunakan sistem informasi tersebut. Hal ini akan
berdampak pada menurunnya kinerja perusahaan dan kegagalan sistem informasi
sehingga sistem informasi yang telah dirancang akan sia-sia serta menyebabkan
kerugian materi yang cukup besar. Selain itu, waktu sosialisasi yang singkat
dapat menjadi kendala dalam hal penerapan sistem informasi. Karyawan kurang
mempelajari mengenai sistem informasi yang mereka gunakan sehingga kemampuan
mereka terbatas. Menurut Pambudi (2003) harus ada penyesuaian tertentu dalam
menerapkan sistem informasi. Penyesuaian terhadap strategi penerapan sistem
yang baru harus disosialisasikan dengan jelas kepada karyawan.
Sistem informasi harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan pengguna. Kompleksitas sistem bukanlah merupakan jaminan perbaikan
kinerja, bahkan menjadi kontraproduktif jika tidak didukung oleh kesiapan
sumberdaya manusia dalam tahapan implementasinya. Hal ini sering terjadi
terutama pada perusahaan yang pengetahuan teknologi informasinya rendah. Jika
pengembangan sistem informasi diserahkan pada sumberdaya yang kurang memiliki
kompetensi dibidangnya akan berakibat fatal bagi perusahaan ketika sistem
tersebut telah diterapkan. Pengembangan sistem informasi sebagai salah satu
sarana pencapaian tujuan perusahaan, sehingga keduanya harus relevan, serta perlu
disiapkan dengan baik dan matang. Selain itu, perusahaan harus memiliki harapan
yang nyata, yaitu yang ingin dicapai dan berusaha dalam meraihnya, sehingga
efektivitas dari pengembangan atau penerapan sistem informasi dapat terjadi
Komunikasi Antara Pengguna dengan Perancang Sistem Informasi
Hubungan antara konsultan dengan klien secara tradisional merupakan
bidang masalah dalam upaya sistem informasi. Pengguna dan specialist sistem
informasi cenderung mempunyai perbedaan dalam latar belakang, kepentingan dan
prioritas. Inilah yang sering dikatakan sebagai kesenjangan komunikasi antara
pengguna dan desainer. Perbedaan ini akan menyebabkan adanya perbedaan
loyalitas organisasi, pendekatan dalam pemecahan masalah, dan referensi.
Tingkat Kompleksitas dan Resiko
Terdapat kecenderungan gagal pada Beberapa proyek pengembangan sistem
karena sistem-sistem tersebut mengandung tingkat resiko yang tinggi
dibandingkan yang lain. Para peneliti telah mengidentifikasikan tiga faktor
kunci yang memengaruuhi tingkat resiko proyek.
3. Sebutkan dan jelaskan keuntungan dan kerugian
teknologi sistem informasi!
Kelebihan
Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang
murah, akurat dan cepat.
Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang
kecil tetapi mudah diakses
Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak di seluruh dunia
dengan cepat dan murah
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam
kelompok dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi
Kekurangan
Biaya lebih mahal
Keterbatasan jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai Sistem
Informasi
Perubahan Sistem informasi secara cepat sehingga kita belum tentu bisa
melakukan adaptasi dengan perubahan tersebut
Kurangnya tenaga ahli di bidang Sistem Informasi
Adanya indikasi penyalahgunaan Sistem Informasi yang canggih
Kecerdasan buatan dikembangkan untuk membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik manusia. Sistem Pakar merupakan bagian dari kecerdasan buatan yang mengandung pengetahuan dan pengalaman yang dimasukkan oleh satu atau banyak pakar ke dalam satu area pengetahuan tertentu. Pengetahuan dan pengalaman yang ada dalam dunia nyata yang akan direpresentasikan kedalam sistem pakar penuh dengan unsur ketidakpastian dan kesamaran.
Beberapa metode yang sering digunakan untuk menangani masalah ketidakpastian dan kesamaran adalah dengan menggunakan teknik probabilitas, faktor kepastian dan logika fuzzy. Teorema Bayes merupakan bagian dari teknik probabilitas yang menekankan pada konsep probabilitas hipotesis dan evidence, sedangkan teknik probabilitas dengan teori Dempster-Shaffer menekankan pada konsep beliefe dan plausability. Pada metode dengan faktor kepastian menekankan pada nilai kepercayaan yang diberikan oleh seorang pengguna dan pakar.
Pada metode dengan logika fuzzy menekankan pada derajat keanggotaan dari suatu evidence pada suatu himpunan fuzzy sehingga mampu menangani masalah kesamaran. Untuk memberikan solusi yang lebih baik, metode-metode yang ada bisa dikombinasikan antara yang satu dengan yang lainnya.
10.2 Probabilitas dan Teoroma Bayes
Teorema Bayes dikembangkan dengan berbagai ilmu termasuk untuk penyelesaian masalah sistem pakar dengan menetukan nilai probabilitas dari hipotesa pakar dan nilai evidence yang didapatkan fakta yang didapat dari objek yang diagnosa. Teorama Bayes ini membutuhkan biaya komputasi yang mahal karena kebutuhan untuk menghitung nilai probabilitas untuk tiap nilai dari perkalian kartesius. penerapan Teorema Bayes untuk mencari penerapan dinamakan inferens Bayes.
Contoh Soal :
Sebuah perkantoran biasanya membutuhkan tenaga listrik yang cukup agar semua aktifitas pekerjaannya terjamin dari adanya pemutusan aliran listrik. Terdapat dua sumber listrik yang digunakan PLN dan Generator. Bila listrik PLN padam maka secara otomatis generator akan menyala dan memberikan aliran listrik untuk seluruh perkantoran. Masalah yang selama ini mengganggu adalah ketidak satabilan arus (voltage) Listrik. Selama beberapa tahun terakhir, diketahui bahwa perkantoran itu menggunakan listrik PLN adalah 0.9 dan peluang menggunakan generator adalah 0.1 peluang terjadi ketidak stabilan pada arus PLN maupun generator masing-masing 0.2 dan 0.3.
Permasalahan ini di ilustrasikan Sebagai berikut :
E : Peristiwa listrik PLN digunakan
Ec : Peristiwa listrik Generator digunakan
A :Peristiwa terjadinya ketidak stabilan arus
Peristiwa A dapat ditulis sebagai gabungan dua kejadian yang lepas
Kembali pada permasalahan diatas, bila suatu saat diketahui terjadi ketidak stabilan arus listrik, maka berapakah probabilitas saat itu aliran listrik berasal dari generator ? Dengan menggunakan rumus probabilitas bersyarat diperoleh.
Peristiwa B1,B2,….,Bk merupakan suatu sekatan(partisi) dari ruang sampel S dengan P(Bi)≠0 untuk i=1,2,…,k maka setiap peristiwa A anggota S berlaku :
Digunakan bila ingin diketahui probabilitas P(B1|A),P(B2|A)….,P(Bk|A) dengan rumus sebagai berikut :
Suatu generator telekomunikasi nirkabel mempunyai 3 pilihan tempat untuk membangun pemancar sinyal yaitu didaerah tengah kota, daerah kaki bukit dan daerah tepi pantai, dengan masing-masing mempunyai peluang 0.2,0.3 dan 0.5. Bila pemancar dibangun ditengah kota, peluang terjadi gangguan sinyal adalah 0.05. Bila pemancar dibangun dikaki bukit, peluang terjadinya gangguan sinyal adalah 0.06. Bila pemancar dibangun ditepi pantai, peluang gangguan sinyal adalah 0.08.
A. Berapakah peluang terjadinya gangguan sinyal ?
B. Bila diketahui telah terjadinya gangguan pada sinyal, berapa peluang bahwa operator tersebut ternyata telah membangun pemancar di tepi pantai ?
Misal :
A = Terjadi ganguan sinyal
B1 = Pemancar dibangun di tengah kota
B2 = ----------------------------di kaki bukit
B3 = ----------------------------di tepi pantai
Maka :
A. Peluang terjadinya ganguan sinyal
P(A) = P(B1)P(A|B1)+P(B2)P(A|B2)+P(B3)P(A|B3)
= (0,2).(0.05)+(0.3)(0.06)+(0.5)(0.08) = 0.001+0.018+0.04 = 0.068
10.3 Faktor Kepastian ( Certainty Factor )
Faktor kepastian merupakan cara dari penggabungan kepercayaan (belief) dan ketidapercayaan (unbelief) dalam bilangan yang tunggal. Dalam certainty theory, data-data kualitatif direpresentasikan sebagai derajat keyakinan (degree of belief).
Tahapan Representasi Data Kualitatif
Tahapan dalam merepresentasikan data-data kualitatif :
kemampuan untuk mengekspresikan derajat keyakinan sesuai dengan metode yang sudah dibahas sebelumnya.
kemampuan untuk menempatkan dan mengkombinasikan derajat keyakinan tersebut dalam sistem pakar.
Dalam mengekspresikan derajat keyakinan digunakan suatu nilai yang disebut certainy factor (CF) untuk mengasumsikan derajat keyakinan seorang pakar terhadap suatu data.
Formulasi Certainy Factor
Dimana :
CF = Certainy Factor (faktor kepastian) dalam hipotesis H yang dipengaruhi oleh fakta E.
MB=Measure of Belief (tingkat keyakinan), adalah ukuran kenaikan dari kepercayaan hipotesis H dipengaruhi oleh fakta E.
MD=Measure of Disbelief (tingkat ketidakyakinan), adalah kenaikan dari ketidakpercayaan hipotesis H dipengaruhi fakta E.
E = Evidence (peristiwa atau fakta).
H = Hipotesis (Dugaan).
10.4 Teori Dempster - Shafer
Teori Dempster-Shafer adalah suatu teori matematika untuk pembuktian berdasarkan belief functions and plausible reasoning (fungsi kepercayaan dan pemikiran yang masuk akal), yang digunakan untuk mengkombinasikan potongan informasi yang terpisah (bukti) untuk mengkalkulasi kemungkinan dari suatu peristiwa. Teori ini dikembangkan oleh Arthur P. Dempster dan Glenn Shafer.
Secara umum Teori Dempster-Shafer ditulis dalam suatu interval :
[Belief,Plausibility]
Belief
Belief (Bel) adalah ukuran kekuatan evidence (gejala) dalam mendukung suatu himpunan bagian. Jika bernilai 0 maka mengindikasikan bahwa tidak ada evidence, dan jika bernilai 1 menunjukan adanya kepastian.
Plausibility
Plausibility (Pl) dinotasikan sebagai:
Pl(s)= 1 – Bel(¬s)
Plausibility juga bernilai 0 sampai 1. Jika kita yakin akan –s, maka dapat dikatakan bahwa Bel(¬s)=1, dan Pl(¬s)=0.
Plausability akan mengurangi tingkat kepercayaan dari evidence. Pada teori Dempster-Shafer kita mengenal adanya frame of discernment yang dinotasikan dengan θ dan mass function yang dinotasikan dengan m. Frame ini merupakan semesta pembicaraan dari sekumpulan hipotesis sehingga disebut dengan environtment.
Misalkan: θ = {A, B, C, D, E, F, G, H, I, J}
Dengan :
A = Gagal Ginjal Kronik
B = Kanker Ginjal
C = Pielonefritis
D = Sindroma Nefrotik
E = Hidronefrosis
F = Kanker Kandung Kemih
G = Ginjal Polikista
H = Nefritis Tubulointerstisialis
I = Sistitis
J = Infeksi Saluran Kemih
Mass Function
Sedangkan mass function (m) dalam teori Dempster-Shafer adalah tingkat kepercayaan dari suatu evidence measure sehingga dinotasikan dengan (m). Untuk mengatasi sejumlah evidence pada teori Dempster-Shafer menggunakan aturan yang lebih dikenal dengan Dempster’s Rule of Combination.
Dengan :
m1 (X) adalah mass function dari evidence X
m2 (Y) adalah mass function dari evidence Y
m3(Z) adalah mass function dari evidence Z
κ adalah jumlah conflict evidence
9.1 Mengubah Infrensi order pertama menjadi infrensi
proposisi
Representasi 4 kategori silogisme menggunakan logika
predikat
Contohnya : Misal, φ merupakan fungsi proposisi :
Contoh lain : (∀
x) H(x)
Kaidah Universal Instatiation merupakan state dasar, dimana suatu individual dapat digantikan
(disubsitusi) ke dalam sifat universal
(∀ x) φ(x)
∴ φ(a)
merupakan bentuk yang valid, dimana a menunjukkan
spesifik individual, sedangkan x adalah suatu variabel yang berada dalam jangkauan semua individu.
∴ H(Socrates)
Berikut ini adalah contoh pembuktian formal silogisme
All men are mortal
Socrates is a man
Therefore, Socrates is mortal
Misal : H = man, M = mortal, s = Socrates
1. (∀
x) (H (x) -> M(x))
2. H(s) / ∴ M(s)
3. H(s) -> M(s) 1 Universal
Instatiation
4. M(s) 2,3 Modus
Ponens 9.2 Unifikasi
Unifikasi adalah usaha untuk mencoba membuat dua ekspresi
menjadi identik (mempersatukan keduanya) dengan mencari substitusi-substitusi
tertentu untuk mengikuti peubah-peubah dalam ekspresi mereka tersebut.
Unifikasi merupakan suatu prosedur sistematik untuk memperoleh peubah-peubah
instan dalam wffs. Ketika nilai kebenaran predikat adalah sebuah fungsi dari
nilai-nilai yang diasumsikan dengan argumen mereka, keinstanan terkontrol dari
nilai-nilai selanjutnya yang menyediakan cara memvalidasi nilai-nilai kebenaran
pernyataan yang berisi predikat. Unifikasi merupakan dasar atas kebanyakan
strategi inferensi dalam Kecerdasan Buatan. Sedangkan dasar dari unifikasi
adalah substitusi.
Suatu substitusi (substitution) adalah suatu himpunan
penetapan istilah-istilah kepada peubah, tanpa ada peubah yang ditetapkan lebih
dari satu istilah. Sebagai pengetahuan jantung dari eksekusi Prolog, adalah
mekanisme unifikasi.
Aturan-aturan unifikasi :
Dua atom
(konstanta atau peubah) adalah identik.
Dua daftar
identik, atau ekspresi dikonversi ke dalam satu buah daftar.
Sebuah
konstanta dan satu peubah terikat dipersatukan, sehingga peubah menjadi terikat
kepada konstanta.
Sebuah peubah
tak terikat diperssatukan dengan sebuah peubah terikat.
Sebuah peubah
terikat dipersatukan dengan sebuah konstanta jika pengikatan pada peubah
terikat dengan konstanta tidak ada konflik.
Dua peubah
tidak terikat disatukan. Jika peubah yang satu lainnya menjadi terikat dalam
upa-urutan langkah unifikasi, yang lainnya juga menjadi terikat ke atom yang
sama (peubah atau konstanta).
Dua peubah
terikat disatukan jika keduanya terikat (mungkin melalui pengikatan tengah) ke
atom yang sama (peubah atau konstanta)
9.3 Generalized Modus Ponens (GMP)
Dalam logika Boolean, dengan aturan `` JIKA X adalah A THEN
Y adalah B '', proposisi X adalah A harus diamati untuk mempertimbangkan
proposisi Y adalah B.
Dalam logika fuzzy, proposisi `` X adalah A' '', Dekat
dengan premis `` X adalah A '' dapat diamati untuk memberikan kesimpulan `` Y
adalah B' '' Dekat dengan kesimpulan `` Y adalah B '' .
Sebuah inferensi fuzzy sederhana dapat direpresentasikan
sebagai:
Aturan : JIKA X adalah A THEN Y adalah B
Fakta : X adalah A'
Kesimpulan : Y adalah B'
Untuk menyimpulkan seperti inferensi fuzzy kita menggunakan
mekanisme yang disebut umum modus ponens. Di sini, kita menggunakan salah satu
berdasarkan implikasi fuzzy Brouwer-Gödel diungkapkan oleh :
Catatan : Asumsikan -> operator implikasi Brouwer-Gödel
dan o operator kombinasi, rumus dapat dinyatakan dengan B' = A'o(A-->B) yang
kita gunakan sekarang untuk menyederhanakan notasi.
9.4 Rangkaian Forward & Backward
Forward Chaining
Forward chaining merupakan metode inferensi yang melakukan penalaran dari suatu masalah kepada solusinya. Jika klausa premis sesuai dengan situasi (bernilai TRUE), maka proses akan menyatakan konklusi. Forward chaining adalah data-driven karena inferensi dimulai dengan informasi yang tersedia dan baru konklusi diperoleh. Jika suatu aplikasi menghasilkan tree yang lebar dan tidak dalam, maka gunakan forward chaining.
Contoh :
Terdapat 10 aturan yang tersimpan dalam basis pengetahuan yaitu :
R1 : if A and B then C
R2 : if C then D
R3 : if A and E then F
R4 : if A then G
R5 : if F and G then D
R6 : if G and E then H
R7 : if C and H then I
R8 : if I and A then J
R9 : if G then J
R10 : if J then K
Fakta awal yang diberikan hanya A dan E, ingin membuktikan apakah K bernilai benar. Proses penalaran forward chaining terlihat pada gambar dibawah :
Backward Chaining
Menggunakan pendekatan goal-driven, dimulai dari harapan apa yang akan terjadi (hipotesis) dan kemudian mencari bukti yang mendukung (atau berlawanan) dengan harapan kita. Sering hal ini memerlukan perumusan dan pengujian hipotesis sementara. Jika suatu aplikasi menghasilkan tree yang sempit dan cukup dalam, maka gunakan backward chaining.
Contoh :
Seperti pada contoh forward chining, terdapat 10 aturan yang sama pada basis pengetahuan dan fakta awal yang diberikan hanya A dan E. ingin membuktikan apakah K bernilai benar. Proses penalaran backward chaining terlihat pada gambar berikut :
SUMBER : https://www.academia.edu/9763118/Metode_Inferensi_1_54_Pengantar_Kecerdasan_Buatan_AK045218
http://portal.survey.ntua.gr/main/labs/rsens/DeCETI/IRIT/GEODES/node18.html
http://danatheark.blogspot.co.id/2016/12/inferensi-dalam-logika-order-pertama_31.html
http://gofagofaa.blogspot.co.id/2016/12/inferensi-dalam-logika-order-pertama.html
Video dan artikel yang
terlampir adalah tentang penerapan ilmu kognitif sains. Dalam video tersebut
menginformasikan bahwa untuk mendeteksi bakat seseorang yang tidak bersifat
kasat mata dapat dideteksi dengan mesin digital. Alat tersebut disebut dengan Dermatoglyphic
Multiple Intellegence (DMI) assessment. Dengan alat ini, seseorang yang ingin
mengetahui bakatnya tidak perlu membutuhkan waktu lama seperti yang biasa di
lakukan pada tes-bakat manual psikologi lainnya. Selain itu, alat tes ini juga
memiliki keakuratan yang cukup tinggi. Dapat digunakan oleh balita hingga
dewasa dan lanjut usia, serta masih banyak lagi kelebihan lainnya.
Hal ini memberi manfaat
besar terhadap understanding human decision making, yakni untuk membantu
manusia membuat keputusan. Dalam hal ini, misalnya dapat membantu orangtua yang
sedang bingung untuk menyalurkan potensi anaknya ke suatu bidang. Atau
memberikan metode belajar yang tepat untuk anaknya agar anaknya dapat sukses
mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Perkembangan kemajuan
teknologi informasi ini tidak terlepas dari peran ilmu psikologi terapan,
khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan kognitif dan sains. Seperti yang
dinyatakan dalam salah satu definisi, bahwa:
Kognitif sains merupakan
studi interdisipliner dari pikiran dan kecerdasan, yang meliputi filsafat,
psikologi, kecerdasan buatan (bagaimana membuat mesin), neurologi, linguistic,
dan antropologi.
Oleh karena kognitif sains
merupakan studi interdisipliner, sehingga ia mampu menggabungkan psikologi
sebagai suatu ilmu pengetahuan dengan ilmu-ilmu lain seperti teknologi
informasi, hinggga menghasilkan ilmu baru yang disebut sebagai psikologi
terapan. Dan dengan psikologi terapan, manusia dapat menciptakan suatu alat
atau system seperti pada alat pendeteksi bakat melalui test fingerprint ini.
Setiap orang merupakan
individu yang unik dan juga bertanggung jawab atas dirinya sendiri untuk
menemukan tujuan hidup masing-masing. Tentu penting mengenali bakat kita adalah
untuk mencapai prestasi dalam hidup kita dengan apa yang kita punya di dalam
diri kita. Karena bakat adalah unsur dasar potensi dalam diri untuk mewujudkan
sebuah prestasi yang tentunya sangat penting.
Setiap orang merupakan
individu yang unik dan juga bertanggung jawab atas dirinya sendiri untuk
menemukan tujuan hidup masing-masing. Tentu penting mengenali bakat kita adalah
untuk mencapai prestasi dalam hidup kita dengan apa yang kita punya di dalam
diri kita. Karena bakat adalah unsur dasar potensi dalam diri untuk mewujudkan
sebuah prestasi yang tentunya sangat penting.
Kini, kita sudah bisa
melibatkan teknologi dalam mendeteksi bakat. Teknologi ini dikenal dengan
Dermatoglyphic Multiple Intellegence (DMI) assessment. Dengan teknologi ini,
seseorang tidak perlu lagi dihadapkan pada serangkaian tes dan wawancara, serta
tidak tergantung pada kondisi psikologis orang tersebut. Akurasinya bisa
mencapai 90-95 %.
Dalam situs DMI dituliskan
bahwa DMI merupakan suatu metode untuk mengenali bakat / potensi otak kanan dan
otak kiri serta mengenali potensi kecerdasan. Metode DMI ini ditemukan teorinya
oleh Bapak Howard Gardner. Namun, aplikasi MI di dalam kelas pembelajaran
adalah Bapak Thomas Armstrong. Tetapi, DMI ini dikembangkan oleh warga negara
Singapura Mr. Eric Lim Choo Siang dan Mr. John Choo.
DMI merupakan salah satu
alternatif pencarian bakat yang berbasis teknologi terkini melalui sidik jari
seseorang. Sidik jari setiap orang akan berbeda, sebagaimana bakat yang
berbeda-beda di setiap orang. DMI merupakan suatu system yang mampu
mengidentifikasi potensi bawaan yang dengan teori genetika yang diturunkan.
Berdasarkan penelitian selama beberapa dekade, ilmuwan telah menemukan bahwa
sidik jari kita merupakan implikasi dari perkembangan antara sidik jari dengan
otak manusia.
Roger W.Sperry, peraih nobel
dibidang ilmu pengetahuan, menemukan bahwa otak berhubungan dengan tangan. Otak
kanan berhubungan dengan otak kiri, sedangkan otak kiri berhurhubungan dengan
tangan kanan. Antara keduanya juga mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri
lebih mengarah ketatanan dan logika, sedangkan otak kanan lebih mengarah
keabstraksi dan emosi.
Penemuan Sperry tersebur
terus berkembang. Dalam perkembangannya ternyata bagian-bagian lebih detil
diotak kiri dan kanan lebih berhubungan dengan jari-jari yang ada di tangan.
Bahkan ada keselarasan tertentu dalam pembentukan bagian-bagian otak dengan
pembentukan fingerprint (sidik jari) pada masing-masing jari. Saat bayi masih
ada dalam kandungan berangkat dari sinilah pengukuran kecerdasan melalui
fingerprint disusun. Fingerprint pada ibu jari berkorelasi dengan bagian otak
prefrontal. Fingerprint pada telunjuk berkolerasi dengan bagian otak frontal.
Fringerprint pada ibu jari tengah berkolerasi dengan bagian otak parietal.
Fingerprint pada jari manis berhubungan dengan bagian otak temporal. Sedangkan,
fingerprint pada kelingking berhubungan dengan bagian otak occipital.
Sistem ini mengenalkan
mengenai prosentase dan potensi otak kanan-kiri, delapan kecerdasan majemuk,
kepekaan belajar, modalitas belajar, karakter komunikasi belajar dan gaya manajemen
kerja. Dengan adanya kemungkinan akan ribuan kombinasi , tes DMI ini mampu
menunjukkan bagaimana cara terbaik yang harus diberikan/dilakukan untuk proses
pendidikannya, pengembangan dirinya dan karir yang sebaiknya digeluti untuk
mencapai kesuksesan.
Dalam pengembangan system
ini, para ahli dermatoglyphics telah membuat profil-profil pola secara
psikologis dan fisiologis pada lebih dari 500 ribu individu sejak tahun 1985 di
Cina, Jepang, Korea, Taiwan, Hongkong, Singapura, Malaysia yang menghasilkan
database sebagai studi perbandingan yang mampu membantu individu untuk memahami
potensi dirinya.
Secara umum ada 3 pola sidik
jari , busur ( arch) , sangkutan (loop) dan lingkaran ( whorl). Selebihnya
adalah varian dan kombinasi yang kemudian menjadi bentuk tersendiri.
Sidik
Jari Pola Arch
Pola Arch bentuknya
melengkung seperti busur panah ( Flat Arch) dan ada yang seperti mata anak
panah (Tented Arch). Pola sidik jari Arch terbagi menjadi dua yaitu Flat Arch
dan Tented Arch.
Orang dengan pola sidik jari
Arch memiliki karakter
- Mengikuti tradisi dengan
sedikit pemikiran mandiri , Flat Arch
- Senang mengungkapkan
kedalam intelektual, Tented Arch. Sewaktu masih kanak-kanak anak berpola arch
ini senang bertanya dengan " Mengapa ... "
- Memiliki nilai tradisional
dan akhlak yang tinggi
- Mengalami kesulitan jika
melihat sifat-sifat negatif ada pada diri mereka sendiri.
Menurut pendapat ahli
fingerprint test jika pola Arch ini terdapat pada :
- Pola Arch dijari telunjuk
maka orang tersebut memiliki pandangan tradisional terhadap karier, ambisi dan
kepemimpinan mereka sendiri. Mereka percaya harus bekerja keras untuk
mendapatkan uang, menyimpannya dan menginvestasikannya untuk masa depan.
- Pola Arch dijari tengah,
maka orang tersebut memegang niilai-nilai tradisional mengenai pemikiran.
Pendidikan adalah satu-satunya cara menuju sukses. Kegagalan mereka seperti
dalam bidang penyalahgunaan obat dan memanipulasi orang lain.
- Pola Arch dijari manis, maka
orang tersebut memegang nilai tradisional yang berhubungan dengan emosi, misal laki-laki
tidak boleh menangis.
- Pola Arch di jari
kelingking, maka orang tersebut memegang nilai tradisional yang mengenai
komunikasi, agama dan seks. Mereka akan sungguh-sungguh mengikuti dogma, ajaran
agama tertentu. Mereka akan sering bertanya " Mengapa ... " untuk
mencari kebenaran.
- Pola Arch di ibujari, maka
orang tersebut memegang nilai tradisional dalam menerima nafsu dan keinginan.
Bahkan setelah kepribadian berkembang, masih ada kecenderungan yang kuat kearah
sikap-sikap dominasi. Kegagalan mereka adalah ketika mereka jatuh dan menjadi
mangsa nafsu dan keinginan mereka sendiri.
- Pola Arch di Telunjuk dan
Jari Tengah, maka hal ini menunjukkan akal yang sangat dalam. Tapi
kadang-kadang agak lambat menyerap konsep-konsep.
Analisa
Sidik Jari
Analisa sidik jari adalah
sebuah metode pengukuran dengan pemindaian (scanning) sidik jari anak untuk
mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan
potensi, motivasi, karakter, dan gaya belajar anak.
Dalam ilmu Dermatoglyphics
(ilmu tentang analisa pola sidik jari) yang diawali oleh Guard Bidloo pada
tahun 1685, menemukan bahwa sejak usia kandungan 13 minggu Pola sidik jari manusia
telah terbentuk, dan akan lengkap diusia 24 minggu. Dalam kenyataannya pola
sidik jari manusia tidak ada yang sama, kemungkinan kesamaannya adalah
1:64.000.000.000.
Secara Genetis sidik jari
bersifat menetap dan spesifik pada proses perkembangan susunan syaraf pusat,
sehingga memiliki korelasi yang menentukan struktur otak yang dominan yang
kemudian diinterpretasikan secara psikologi untuk mengetahui kecendrungan
BAKAT, KECERDASAN, KARAKTER, MOTIVASI, TEKANAN, TINGKAT KESETABILAN DIRI, DAN
GAYA (BELAJAR, BERFIKIR, DAN BEKERJA) secara genetis.
Analisa sidik jari memiliki
tingkat akurasi lebih tinggi dibadingkan dengan metode pengukuran lainnya
(klaim akurasi 87%). Sehingga aplikasi penggunaan ilmu analisa sidik jari dalam
kehidupan sangat luas. Salah satunya adalah pada proses intdentifikasi forensik
dan keamanan. Proses analisa sidik jari simple, praktis, efesien, dan
aplikatif. Bisa digunakan untuk segala usia segala kondisi dengan waktu yang
relatif singkat.
Sidik jari keluar dari
fleshes interior kulit. Bahkan kembar siam memiliki berbagai sidik jari. Loop
adalah sidik jari yang paling umum. Telapak tangan 60% memiliki pola tersebut.
Pola lainnya adalah whorls, Arches, dan aksidensi. Sarana penting sidik jari
memeriksa menggunakan "Karakteristik Kelas" mereka. Jari kami
tercakup dalam pori-pori kulit yang menghasilkan minyak dan keringat terdeteksi
oleh bubuk sidik jari tua yang baik. Sidik jari tidak terdeteksi disebut
sebagai "laten". Laser ini membantu dalam mendapatkan sidik jari dari
tubuh manusia. Identifikasi penjahat adalah penggunaan paling umum dari sidik
jari dan database komputer telah benar-benar membantu dalam tujuan ini.
Sidik jari (bahasa Inggris: fingerprint)
adalah hasil reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil, dicapkan dengan
tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh kulit
telapak tangan atau kaki. Kulit telapak adalah kulit pada bagian telapak tangan
mulai dari pangkal pergelangan sampai kesemua ujung jari, dan kulit bagian dari
telapak kaki mulai dari tumit sampai ke ujung jari yang mana pada daerah
tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar satu sama lain yang
dipisahkan oleh celah atau alur yang membentuk struktur tertentu.
Sidik
jari untuk identifikasi
Identifikasi sidik jari,
dikenal dengan daktiloskopi adalah ilmu yang mempelajari sidik jari untuk
keperluan pengenalan kembali identitas orang dengan cara mengamati garis yang
terdapat pada guratan garis jari tangan dan telapak kaki. Daktiloskopi berasal
dari bahasa Yunani yaitu dactylos yang berarti jari jemari atau garis jari, dan
scopein yang artinya mengamati atau meneliti. Kemudian dari pengertian itu
timbul istilah dalam bahasa Inggris, dactyloscopy yang kita kenal menjadi ilmu
sidik jari.
Fungsi
sidik jari
Fungsinya adalah untuk
memberi gaya gesek lebih besar agar jari dapat memegang benda-benda lebih erat.
Sidik jari manusia digunakan untuk keperluan identifikasi karena tidak ada dua
manusia yang memiliki sidik jari persis sama. Hal ini mulai dilakukan pada
akhir abad ke-19.
Sidik jari kaki bayi juga
diambil di rumah sakit untuk identifikasi bayi. Ini bertujuan untuk mencegah
tertukarnya bayi yang sering terjadi di rumah sakit.
Tes
Bakat Sidik Jari DMI (fingerprint test DMI)
Dermatoglyphics Multiple
Intelligence - Assessment (DMI) adalah ilmu / Metoda yang berbasis teknologi
canggih (statistika & program komputer) guna membaca / mendeteksi PETA
POTENSI DIRI melalui sidik jari (fingerprints).
Kegunaan utama dari DMI ini
adalah sebagai berikut :
- Merupakan salah satu
alternatif pencarian bakat/potensi bawaan
- Untuk memilih
jurusan/pendidikan lanjutan yang sesuai dengan bakatnya/potensinya
- Untuk
penempatan/penugasan/mutasi/rotasi karyawan yang sesuai antara bakat dengan
jabatannya
Untuk dapat memperoleh hasil
tersebut, diperlukan sistematika kerja yang mampu mengolah data mentah menjadi
suatu informasi berguna yang berbasis komputer.
Sistematika kerja dari
finger print DMI adalah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan beberapa
sampel (pola sidik jari) dari tokoh-tokoh berprestasi. Misalnya, seorang tokoh
yang memiliki dominasi bakat di bidang musik memiliki pola sidik jari seperti
apa? Seorang yang memiliki dominasi bakat di bidang musik, akan berbeda pola
sidik jarinya terhadap orang yang memiliki bakat di bidang lainnya. Dan
sebaliknya, jika ia memiliki kemiripan pola sidik jari, maka kemungkinan besar
akan memiliki dominasi bakat di bidang yang sama.
2. Melakukan penelitian
terhadap sampel yang telah dikumpulkan sebagai bahan yang akan dijadikan dasar
bagi system data tersebut. Ada 3 pola utama dalam pola sidik jari, yakni:
a. Arch:
Bentuk pokok sidik jari yang
semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung
mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik di
tengah-tengah.
b. Loop:
Bentuk pokok sidik jari
dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan, melereng, menyentuh
atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik diantara delta dan core,
berhenti atau cenderung berhenti kearah sisi semula.
c. Whorl:
Yaitu sidik jari yang
mempunyai dua delta dan sedikitnya satu garis melingkar di dalam pattern area
yang berjalan di depan kedua delta. Whorl sendiri terbagi menjadi Plain Whorl,
Central Pocket Loop Whorl. Double Loop Whorl dan Accidental Whorl.
3.Setelah itu, untuk
menetapkan system DMI assessment, diperlukan juga teori multiple intelegensi
dari Howard Gardner yang akan menjadi acuan bagi pembenaran dari hasil
kerjanya. Ada 8 macam multiple intelgency menurut Howard Gardner, yaitu:
4. Kemudian untuk
pengoperasiannya, tester (penguji) hanya mengambil data (sidik jari) dari
individu yang akan di tes (testee). Data yang di ambil dari individu kemudian
di olah kedalam server komputer. Selain memiliki nilai akurasi yang tinggi, hal
ini juga yang menjadikan tes ini lebih efisien karena hemat waktu.
5. Selanjutnya, alat ini
dapat menghasilkan informasi (printout) yang rinci dan efektif tentang analisa dan peta
rekomendasi diri yang beberapa di antaranya sebagai berikut:
a. Left Brain or Right
Brain, yakni untuk mengetahui otak mana yan lebih mendominasi kita dalam
bekerja.
b. Diagram yang menunjukkan
hasil analisis bakat dari tes fingerprint
c. Understanding the Human
Brain (untuk mengetahui sejauh mana kemampuan belajar)
d. Communication character (untuk mengetahui karakter dalam berkomunikasi)